1. Kencangkan tali sepatu sebelum berkendara, dan berhati-hatilah terhadap pakaian yang longgar dan terseret (seperti rok panjang, gaun, dll.) agar tidak tersangkut di tepi anak tangga, pelat sisir, pelat celemek, atau pelat penutup bagian dalam.
2. Di pintu masuk eskalator atau jalan setapak yang bergerak, penumpang harus naik secara berurutan, dan tidak saling mendorong. Apalagi saat orang tua, anak-anak, dan tunanetra berkendara bersama, sebaiknya lebih diperhatikan.
3. Pada saat keluar eskalator atau moving walk, penumpang hendaknya mengangkat kaki dan melangkah keluar dengan cepat sesuai dengan pergerakan anak tangga, serta melangkahi pelat sisir hingga mendarat di pelat depan agar tidak terjatuh atau sepatu tersangkut.
4. Jangan berada di pintu keluar eskalator atau moving walk, agar tidak mengganggu kedatangan penumpang lain.
5. Saat berkendara hendaknya berdiri menghadap ke arah gerakan langkah dan memegang pegangan dengan satu tangan untuk mencegah badan terjatuh karena situasi yang tidak terduga seperti berhenti darurat atau didorong oleh orang lain. Jika pegangan tangan tidak sinkron dengan pengoperasian langkah karena adanya kesalahan, perhatikan penyesuaian posisi tangan setiap saat.
6.Saat penumpang menginjak bagian tangga horizontal di pintu masuk tangga eskalator, mereka harus menjauhkan kaki dari tepi tangga dan berdiri di dalam bingkai peringatan keselamatan berwarna kuning pada pedal tangga. Jangan menginjak persimpangan kedua anak tangga tersebut agar tidak terjatuh akibat perbedaan ketinggian antara anak tangga depan dan belakang pada saat anak tangga berjalan pada bagian yang miring. Saat menaiki eskalator atau trotoar, jangan menyentuhkan sepatu atau pakaian Anda ke celemek atau penutup bagian dalam di bawah pagar kaca atau logam untuk menghindari cedera diri akibat terseret di tangga.