Berita Industri
Apa yang harus diperhatikan dalam desain ruang lift rumah sakit
Masuk akal atau tidaknya desain elevator berhubungan langsung dengan apakah seluruh gedung medis dapat berjalan dengan cepat dan lancar. Desain yang masuk akal dapat mengurangi waktu tunggu dan menghindari terjadinya infeksi silang.
Pertama-tama, lokasi elevator harus diatur secara wajar, sehingga pengguna dapat dengan cepat mencapai ruang elevator, meningkatkan efisiensi penggunaan, dan menghindari orang melihat sekeliling. Ruang lift rumah sakit harus sepenuhnya mempertimbangkan desain manusiawi, dan ruang tunggu harus memenuhi persyaratan kenyamanan pasien di dalam ruangan. Lingkungan persepsi mengandung banyak elemen, termasuk orientasi, pencahayaan, ventilasi, pelestarian panas, pelembab, insulasi panas, desinfeksi, insulasi suara, udara, warna, dekorasi, penghijauan, dan banyak aspek lainnya. Dalam desain ruang elevator rumah sakit, tiga poin berikut harus menjadi yang paling penting:
(1) Ruangan terang dan luas: Jika ruang tunggu cerah akan membuat orang merasa nyaman. Oleh karena itu, desain dan tata letak ruang elevator rumah sakit harus mengupayakan pencahayaan dan ventilasi alami semaksimal mungkin untuk menciptakan lingkungan medis yang sehat. Ruang tunggu gedung rawat inap juga dapat dipadukan dengan pemandangan kota untuk menghilangkan rasa cemas masyarakat saat menunggu lift. Jika sinar matahari tidak dapat dijamin, maka pencahayaan buatan harus dipertimbangkan. Sumber cahaya berwarna hangat dapat digunakan secara luas untuk memberikan perasaan hangat dan nyaman kepada orang-orang.
(2) Warna yang kaya dan harmonis: Di gedung rumah sakit, pentingnya warna menjadi semakin menonjol. Desainer dapat mendobrak desain warna ruang elevator yang tradisional dan monoton. Menurut psikologi pasien yang berbeda di lantai berbeda dan departemen berbeda, warna berbeda digunakan untuk memperkaya desain. Ruang tangga. Selain itu, perhatikan psikologi orang yang menunggu lift, warna ruang lift tidak boleh terlalu kusam, warna area yang luas harus terang dan elegan, serta warna dengan kecerahan tinggi dan saturasi rendah harus digunakan untuk membentuk nada yang terpadu dan terkoordinasi. Tanda-tanda kecil, ikon panduan, dll. di aula harus berwarna cerah dan kontras. Segala macam tanda dan papan nama harus dirancang seragam dalam hal warna, font, skala, pola, dll sesuai dengan bidangnya, yang harus terkoordinasi dan menyatu, tetapi juga mudah dikenali.
(3) Desain manusiawi dengan pertimbangan detail yang cermat: Lingkungan yang wajar dapat menyesuaikan mentalitas para pelayan. Desain ruang lift rumah sakit modern memerlukan penerapan teknik desain yang manusiawi untuk menciptakan ruang publik yang lebih menarik. Selain menyisakan ruang tunggu yang diperlukan dalam desain, kita juga harus berangkat dari psikologi para pramusaji dan memperhatikan tata letak setiap detailnya.
Kedua, pada gedung medis skala besar, bila terdapat banyak elevator, elevator penumpang dan elevator medis harus disusun dalam kelompok, dan setiap kelompok elevator tidak boleh melebihi empat secara paralel. Jika terdapat lebih dari dua unit perawat di setiap lantai bangsal, lift medis yang digunakan pasien juga dapat dikelompokkan kembali dengan tepat untuk menghindari kepadatan elevator yang disebabkan oleh konsentrasi elevator yang berlebihan.