blog

Rumah / blog / Menghijaukan Lift Anda
Berita Industri

Menghijaukan Lift Anda

Teknologi elevator pada dasarnya sama dengan ketika Elisha Otis menciptakan rem pengaman untuk elevator pada tahun 1860-an. Meskipun perbaikan besar telah dilakukan pada motor yang digunakan dalam elevator, prinsipnya tetap sama.

Ada sejumlah bidang berbeda di mana elevator dapat dibuat lebih efisien dengan menggunakan teknologi yang tersedia saat ini:

Pengereman
Bersiap
Kontrol
Pengereman
Teknologi pengereman regeneratif adalah pemasok lift rumah sakit perlahan-lahan diterima di berbagai bidang industri. Ini ada di mana-mana di mobil listrik, serta hibrida. Dengan menggunakan teknologi pengereman normal, energi kinetik kendaraan yang bergerak diubah menjadi panas melalui penerapan bantalan rem pada roda. Seluruh energi kinetiknya hilang.

Rem regeneratif memperoleh kembali sebagian energi kinetik dengan menggunakannya untuk memutar generator kecil, yang juga dikenal sebagai dinamo. Listrik yang dihasilkan oleh rem disimpan dalam baterai dan tersedia untuk digunakan kendaraan. Seiring berjalannya waktu, teknologi pengereman regeneratif menciptakan rem yang dapat mengganti lebih banyak energi yang hilang saat kendaraan berhenti.

Lift adalah contoh utama kendaraan di mana teknologi pengereman regeneratif dapat memberikan hasil yang sangat baik. Hal ini karena beban penyeimbang elevator memastikan bahwa tidak lebih dari 55% kapasitas elevator harus dipindahkan atau dihentikan oleh masukan energi. Hasilnya, momentum dapat dibangun dengan biaya energi yang relatif rendah. Dengan mengembalikan sebagian energi ini ke dalam baterai, efisiensi elevator akan meningkat pesat.

Perkuatan elevator dengan teknologi pengereman regeneratif relatif sederhana, karena hampir semua elevator menggunakan motor yang digerakkan oleh daya DC sehingga menghasilkan akselerasi yang lebih mulus. Masukan daya DC dari baterai menjadi hal yang sepele. Hanya mekanisme pengereman yang perlu diganti.

Bersiap

Penggunaan transmisi variabel kontinu (CVT) memungkinkan transmisi suatu motor menggunakan rasio gigi yang memberikan efisiensi maksimal. CVT memungkinkan perpindahan antar rasio gigi secara bertahap, menghasilkan akselerasi yang mulus.

CVT digunakan dalam berbagai aplikasi mulai dari traktor dan mobil salju hingga mesin bor dan mesin penggilingan. Banyak mobil, termasuk mobil balap, menggunakan CVT, begitu pula sistem pembangkit tenaga listrik di pesawat.

Penggunaan CVT pada elevator dapat meningkatkan efisiensi dengan menggunakan rasio roda gigi yang paling sesuai dengan perbedaan bobot antara bobot elevator saat ini dan bobot penyeimbang.

Kontrol

Sistem kendali elevator mungkin satu-satunya bagian dari elevator yang mengalami kemajuan besar selama satu abad terakhir. Dahulu kala setiap elevator memiliki operator yang mengendalikan elevator, memulai dan menghentikan elevator secara manual, berdasarkan permintaan dari yang menaiki elevator dan sinyal dari yang menunggu elevator.

Sistem ini digantikan oleh satu set tombol di dalam elevator, dengan satu tombol untuk setiap lantai, dan dua tombol yang digunakan untuk memanggil elevator - tombol atas dan tombol bawah. Metode ini memungkinkan elevator untuk menentukan apakah arah perjalanan elevator relevan atau tidak bagi orang yang menunggu untuk naik.

Dengan munculnya gedung-gedung yang sangat tinggi, elevator diberi rentang lantai tertentu untuk beroperasi. Hal ini memungkinkan lift ekspres untuk 'melompat' 50 lantai atau lebih sebelum sering berhenti. Ini juga meningkatkan efisiensi.

Namun, masih terdapat kekurangan. Jika, misalnya, seseorang di lantai 23 sebuah gedung sedang menunggu lift untuk membawanya ke lantai 40, dia tidak punya cara untuk memberitahukan hal ini kepada lift selain dengan menekan tombol atas. Lift naik berikutnya akan berhenti berapa pun jumlah perhentian yang harus dilakukan antara lantai 23 dan 40.

Sistem kendali yang efisien akan memungkinkan orang yang menunggu elevator memberi sinyal tujuannya sebelum elevator tiba di lantainya. Sistem komputerisasi menentukan mobil paling efisien untuk dinaikinya. Dalam contoh kita, mobil pertama yang melewati lantai 23 mungkin berhenti sebanyak 6 kali antara lantai 23 dan 40. Namun mobil yang akan tiba hanya beberapa detik kemudian, ada penumpang yang ingin turun dari lift di lantai 23, dan hanya akan berhenti 2 kali sebelum mencapai lantai 40. Dengan menyebabkan calon penumpang menunggu beberapa detik sebelum menaiki lift, tidak hanya sejumlah besar energi dapat dihemat, namun pengendara akan mencapai tujuannya lebih cepat dibandingkan jika ia menaiki lift pertama yang melewati lantai 23.

Penggantian sistem kendali tidak boleh menjadi proyek konstruksi besar, dan sebenarnya dapat menghasilkan peningkatan efisiensi elevator yang terbaik.

Kesimpulan

Teknologi saat ini dapat membuat elevator jauh lebih efisien dibandingkan saat ini, sehingga menghasilkan penghematan yang signifikan bagi pemilik dan operator gedung tinggi.

Terkait Produk
Terkait Berita