Beberapa orang mengira bahwa elevator pada mulanya hanyalah sebuah tali atau rantai kerekan sederhana (lihat elevator traksi di bawah). Lift pada dasarnya adalah sebuah platform yang ditarik atau didorong ke atas secara mekanis. Lift modern terdiri dari mobil (juga disebut "kandang", "mobil" atau "mobil") yang dipasang pada platform di ruang tertutup yang disebut poros atau terkadang "hoistways". Dahulu, mekanisme penggerak elevator digerakkan oleh piston hidrolik uap dan air atau secara manual. Pada elevator "tipe traksi", mobil ditarik ke atas pada katrol alur yang dalam dengan tali kawat, yang biasa disebut katrol di industri. Bobot mobil diimbangi oleh penyeimbang. Terkadang dua buah elevator dibangun sedemikian rupa sehingga gerbongnya selalu bergerak secara serempak ke arah yang berlawanan dan saling menyeimbangkan. Produsen eskalator
Gesekan antara tali dan katrol menghasilkan gaya traksi, yang menjadi asal muasal nama elevator jenis ini.
Lift hidrolik menggunakan prinsip tekanan hidrolik (dalam artian tenaga hidrolik) untuk memberi tekanan pada piston tanah atau ground untuk menaikkan dan menurunkan mobil (lihat lift hidrolik di bawah). Sistem hidrolik tali menggabungkan tenaga tali dan hidrolik untuk menaikkan dan menurunkan mobil. Inovasi terbaru termasuk motor magnet permanen, mesin tanpa roda gigi dengan instalasi tanpa jejak di ruang komputer, dan kontrol mikroprosesor.
Teknologi yang digunakan dalam instalasi baru bergantung pada banyak faktor. Lift hidrolik murah, tetapi untuk poros pengangkat yang sangat tinggi, memasang silinder hidrolik yang panjangnya melebihi panjang tertentu menjadi tidak praktis. Untuk bangunan di atas tujuh lantai, elevator traksi harus digunakan. Lift hidrolik biasanya lebih lambat dibandingkan elevator traksi.
Lift adalah kandidat untuk penyesuaian massal. Produksi komponen secara massal dapat membawa manfaat ekonomi, namun setiap bangunan memiliki persyaratannya sendiri, seperti jumlah lantai yang berbeda, ukuran sumur, dan cara menggunakannya.